Ina Rachman Pekerja Keras Atau Ibu Rumah Tangga? Perempuan Berhak Memilih

Spread the love

Ina Rachman – Sebagian orang sudah tidak mempermasalahkan lagi mengenai gender. Akan tetapi, hingga saat ini, masih ada juga problem yang menyertainya. Terlebih saat membicarakan tentang peluang perempuan pekerja keras yang sukses dengan karirnya.

ina rachman qnet

Dalam sebuah data menunjukkan bahwa 70 persen dari pekerja informal merupakan perempuan. Namun, sayangnya, gaji yang diterima perempuan lebih rendah ketimbang pria pada posisi yang serupa. Perempuan perlu melakukan pembuktian sebelum diterima pada pekerjaan yang ditargetkannya.

Saat ini, harus tercipta suatu keadilan supaya Kartini pada masa digital ini dapat memilih masa depan. Bukan malah terhalang oleh ragam hambatan. Pada dasarnya, perempuan harus diberi pilihan. Apakah ingin menjadi wanita karir dan pekerja keras atau menjadi ibu rumah tangga.

Di Indonesia sendiri, sosial masyarakat memberi peluang bagi para perempuan serta laki-laki untuk sama-sama bekerja. Namun, kesempatan untuk banyak perempuan justru tidak pada posisi yang baik. Terlebih mengenai pembayaran, perempuan masih mendapatkan diskriminasi.

ina rachman qnet

Padahal, menurut Ina Rachman, seorang managing direktur pada firma hukum Ina Rachman-Mulyaharja & Associates, perempuan harus mandiri secara finansial supaya bisa lebih dihargai oleh laki-laki.

Ina menambahkan, perempuan tidak boleh merasa gengsi untuk memulai suatu usaha. Pasalnya, dengan menjadi pekerja keras dan mandiri, maka banyak hal yang dimiliki. Mulai dari penghargaan hingga sebuah aktualisasi diri.

Hambatan Menjadi Wanita Karir

Pencapaian seorang Ina Rachman sebagai seorang wanita karir tentu tidak bisa diragukan lagi. Bahkan, saat ini, ia memegang 9 jabatan sekaligus. Kontribusinya di bidang hukum dan ekonomi memang sangat besar. Tak heran jika dirinya diberikan penghargaan berupa best women leader 2020 pada anugerah Indonesia Best of The Best di Bali beberapa waktu silam.

ina rachman qnet

Namun, masih banyak PR yang mesti diperhatikan bagi aktivis perempuan seperti Ina yang ingin memajukan perempuan lainnya. Sebab, hambatan yang kerap kali dialami adalah meski perempuan memiliki indeks prestasi yang tinggi dalam menempuh edukasi. Namun, pada akhirnya, perempuan banyak memilih tidak bekerja karena by choice maupun by default.

Jika laki-laki tidak pernah diberi pilihan antara berumah tangga saja atau tidak. Sementara perempuan harus membuat sebuah keputusan. Sehingga, perempuan harus selalu siap untuk menghadapi berbagai pertanyaan yang kemudian dapat menggoyahkan keyakinan.

ina rachman qnet

Solusi Bagi Perempuan yang Ingin Berkarir

Setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekuensi. Jika seorang perempuan memilih untuk di rumah saja, maka ia harus mampu menerima kenyataan bahwa tidak dapat mandiri secara finansial. Sedangkan bagi perempuan yang ingin mengejar karir, maka kenyataan bahwa ia tidak bisa 100 persen mengontrol keluarga harus diterima.

Sehingga, memberikan pilihan bagi perempuan adalah hal yang sangat penting. Namun, perempuan juga harus mempersiapkan diri serta tidak perlu terkejut dengan berbagai titik pengambilan keputusan yang sesuai.

ina rachman qnet

Perempuan karir seperti Ina Rachman yang merupakan seorang pekerja keras  juga harus didukung oleh pemerintah. Sebab, di Indonesia, potensi perempuan itu sama besarnya dengan laki-laki. Sehingga mempunyai akibat yang baik pada bidang ekonomi juga pada generasi muda.

Untuk itu, pemerintah sebagai policy maker juga perlu membuat agar hambatan bagi perempuan karir seperti Ina Rachman dapat menjadi seminimal mungkin. Misalnya dengan adanya daycare, tempat untuk nursery, serta memberikan cuti melahirkan secara penuh. Bahkan, banyak negara maju yang memberikan cuti pada suami. Sehingga, level dari playing field lebih terasa.

Dengan begitu, maka beban akibat nature para perempuan dapat berkurang.

Mengenal Sosok Pekerja Keras Ina Rachman

Sebagai perempuan karir dan ahli hukum, Ina Rachman tentu tidak hanya memiliki kontribusi untuk keluarganya saja. Melainkan juga bagi banyak orang dan instansi. Sebagai lawyer dari APLI, Ina juga sangat peduli pada keberlangsungan bisnis direct selling yang ada di Indonesia.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan harus diberikan pilihan apakah fokus pada rumah tangga atau berkarir. Sebab, perempuan juga merupakan tonggak bagi suatu negara. Kecerdasannya memberikan banyak perubahan pada kondisi suatu negara.

Seperti Ina Rachman yang berperan besar dalam memberantas money game melalui APLI. Dengan adanya Ina Rachman, keberadaan APLI menjadi semakin kuat. Namun, perempuan juga bisa memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Sebab, menjadi manajer dalam keluarga juga sama rumitnya dengan menjadi manajer untuk sebuah firma hukum internasional.